Jasa Pahlawan di Meulaboh

“Bangsa Yang Besar adalah  bangsa yang Menghargai Jasa Pahlawan” (Soekarno). Kata itu pernah dilontarkan oleh pemimpin bangsa Indonesia soekarno untuk mengingatkan kepada para penerus bangsa untuk benar – benar mengingat akan jasa pahlawan. Sejatinya kemerdakaan yang kita rasakan saat ini adalah hasil tumpah darah para pahlawan terdahulu.

Di kabupaten aceh barat, terdapat seorang pahlawan yakni Teuku umar. Dimana sosok  yang satu ini merupakan pahlawan yang sangat pemberani terlahirkan di desa Mugo. Teuku umar gugur setelah peluru timah ditembak oleh belanda. Tembakan pertama yang diarahkan oleh colonial belanda meleset dan mengenai kupiah. Beliau yang sedang melakukan sholat tidak beranjak dari posisi dan tetap mengerjakan sholat. Naas dirinya meninggal setelah tembakan selanjutnya mengenai bagian tubuhnya. Teuku umar tergeletak dan dilarikan oleh sang sahabat guna disembunyikan keberadaan  jenazah. Karena para sahabat tahu para colonial saat itu begitu benci dengan teuku umar dan  menginginkan tubuh teuku umar untuk di bawa ke belanda.

Untuk mengenang tempat gugurnya Teuku Umar maka oleh pemerintah setempat mengabadikannya sebagai monument bersejarah. Kupiah meukutob itulah nama tempat tersebut yang terletak di pinggir pantai ujong kalak. Monument itu pernah hancur ketika bencana tsunami melanda Aceh. Monument tersebut kembali dibangun setelah mendapat bantuan dari BRR sekitar tahun 2006. Tetapi mengingat satu dan lain hal, letak kupiah meuketob yang semula sangat dekat dengan muara laut. Kemudian monument ini dibangun dengan jaraknya tidak jauh dari tempat semula.

Ketidak pedulian pemerintah kabupaten Aceh Barat untuk menata kopiah meukutob saat ini terlihat jelas. Dimana pada Harian Serambi 31 januari 2012 meberitakan “tugu kupiah meukeutop aceh barat terbengkalai”. Bukan hanya terbengkalai, namun sejatinya bisa kita lihat keberadaan kupiah meukutob ini disalah gunakan oleh sopir mobal (mobil barang) untuk dijadikan sebagai tempat memarkikan mobil. Disadari atau tidak di pinggiran kupiah meukutob ini banyak berjejar mobil barang dan benar – benar merusak pemandangan tata letak kupiah meuketob.

Lemahnya daya tarik pengunjung untuk menapaki langkah ke kupiah meukutob memang sangat terlihat jelas. Pengunjung ini lebih memilih ke tempat wisata lainya yang terdapat di aceh barat ketimbang ke kupiah meukutob.

Kupiah meukutob ini sendiri dibersihkan setahun sekali guna memperingati hari gugurnya teuku umar. Napak tilas, itula sebuah kegiatan dimana merekontruksi  ulang gugurnya teuku umar. Para peserta napak tilas ini melangsungkan kegiatan napak tilas dimulai shubuh hari mengikuti jejak langkah para pahlawan sebelumnya mengontong jenazah teuku umar menuju tempat pemakanan beliau yakni di desa mugo. Dan saat itulah kupiah meukutob terlihat bersih dibangingkan hari – hari biasa.

Pembenahan memang sepatutnya diprioritaskan oleh pemkab aceh barat terhadap kupiah meukutob. Disamping itu perlu juga kupiah meukutob ini di perkenalkan kepada masyarakat luas sehingga tidak terkesan hanya makam beliau saja yang diketahui khalayak ramai.

Indentitas itulah makna yang selama ini saya rasa pemkab aceh barat tidak begitu peduli. Tanpa disadari logo kabupaten aceh barat juga mengedepakan kupiah teuku umar sebagai symbol kabupaten ini. lalu apa alasan pemkab aceh barat tidak menganggarkan dana untuk pembenahan kupiah meukutob.

Pemerintah aceh barat terlihat kurang serius untuk menangani yang satu ini. berbagai tempat wisata lainnya pemkab setempat selalu saja mengedepankan untuk hal utama. Hal ini terlihat tempat wisata genang geudong yang tidak begitu ramai dikunjungi oleh pengunjung tetapi saat ini sudah terlihat ramai tiap pekannya.

Selanjutnya apakah arti setiap tahunnya pemkab aceh barat memperingati hari gugurnya teuku umar dengan mengadakan Serangkaian lomba guna menyemarakkan seremonial gugurnya teuku umar. Bila ditinjau jumlah pengeluaran yang dikeluarkan pemkab setempat untuk mengadakan lomba, sangatlah besar. Namun untuk menata kopiah meukutob ini sendiri tidak ada alokasi dana. Saya rasa pemkab setempat tidak perlu mengadakan berbagai lomba lagi di hari peringatan itu, namun dialokasikan dana untuk menata kembali kupiah meuketob ini.

Sebagai indentitas kabupaten aceh barat, kupiah meuketob ini perlu adanya penataan yang serius oleh pemkab setempat. Dinas pariwisata diminta perlu turun tangan guna untuk pembenahan. Keberadaan kupiah meuketob ini sejatinya adalah sebuah kebanggan bagi kabupaten aceh barat. Sejarah merupakan alasan utama agar kedepan generasi muda tidak pernah lupa bahwa dikabupetnnya ini terdapat sejarah yang sangat besar tempat dimana gugurnya pahlawaan nasional itu.

Rahmad nuthihar, mahasiswa berdomilisi di Aceh Barat

Aktif di UKM Pers Detak Unsyiah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s