Kopi Ulee kareng Siapa Punya Nama

Opini
Rahmad Nuthihar

Kopi Ulee Kareng

Kopi Ulee Kareng

Segelas kopi hangat bisa kita nikmati dengan cara menyeduhnya sendiri dengan membelinya di warung kopi . Bagi penikmat kopi, menjadi rutinitas mereka untuk menseruputi minimal dalam satu hari 2 gelas kopi diminumnya , bila tidak, ada saja perasaan yang bertuliskan “kopi ulee kareng”. Bahkan kepopulerannya sampai ke luar aceh sana. Kenikmatan yang dihasilkan dari sari kopi ini luar biasa sehingga, banyak penikmat kopi menjadi ketagihan.

Banyak jenis kopi yang terkenal di aceh dan tergantung pada geografisnya sendiri, untuk pantai barat dikenal dengan kupi tubroek / kupi teukhop, kopi takengon untuk daerah tengah dan di ibukota provinsi Aceh populer dengan nama kopi ulee kareng. Bubuk kopi ini terbagi lagi menjadi 2 macam, diantaranya bubuk kopi halus dapat diseduh langsung, digunakan untuk kalangan rumah tangga dan bubuk kopi kasar dibeli para pemilik warung yang a terlebih dahulu disaring hingga tidak “khÖet” (sisa – sisa ampas bubuk kopi).

Menarik bagi saya mengapa kopi tersebut dinamakan kopi ulee kareng ? Ulee Kareng sendiri merupakan nama Kecamatan yang berada di Ibukota Provinsi Banda Aceh. Menurut pantauan saya tidak ada sepetak tanahpun yang ditanami kopi di ulee kareng, lalu kopi tersebut darimana juga didatangkan. pernah saya bertanya pada seorang pemilik warung kopi ternama di Ulee Kareng dan menjawab, “kami mengolah bubuk kopi ini sendiri, sebelumnya biji kopi ini kami beli dipasar”.

Bentuk dan rasa kopi ulee kareng sekilas tidak berbeda dengan kopi lainnya, tetapi tingkat kepolerenya sangat terkenal, dimana setiap  warung kopi membubuhkan menu minuman  dengan nama kopi ulee kareng. Di simpang 7 ulee kareng terdapat toko yang menjual bubuk kopi ulee kareng, tetapi tidak bisa dipastikan kopi – kopi yang diseduhkan di warung kopi khususnya di Aceh dibeli pada tokonya. bisa saja pemilik warung mengolah sendiri dengan membeli biji kopi dipasar. Menurut hemat pemikiran saya, para pemilik warung kopi ini sengaja membubuhkan menunya dengan kopi ulee kareng, agar menarik simpati para pengungjung dibandingkan menulis “kopi”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s